Rabu, 26 Maret 2014



Agama itu mempunyai dua bagian
  1. Meninggalkan Larangan Allah.
  2. Menjalankan perintah Allah.
Meninggalkan maksiat itu lebih berat daripada menjalankan taat sebab menjalankan ketaatan itu semua orang bisa dan meninggalkan syahwat/larangan itu tidak mampu kecuali Assiddiqun (orang yang bisa mengalahkan Nafsunya). Oleh sebab itu rosul bersabda :
المهاجرين من هجر السوء والمجاهد من جهد هواه
Artinya “Orang yang hijroh (berpindah) adalah orang yang menjauhi perbuatan jelek dan yang dinamakan orang yang berjihad adalah orang yang memerangi hawa nafsunya”. 
Melakukan maksiat itu mesti dengan salah satu anggota badanmu sedangkan anggota badan adalah nikmat dari Allah dan titipan-Nya, dan semua anggota badan akan menjadi saksi nanti pada hari qiyamat akan berbicara dengan bahasa yang fasih/ jelas dan mengatakan tentang kejelekanmu.
Sebagaimana firman Allah
يوم تشهد عليهم السنتهم وايديهم وارجاهم بماكانوا يعملون
اليوم نختم على افواههم وتكلمنا ايديهم وتشهد ارجلهم بما كانوا يعملون
Maka kita harus menjaga anggota badan kita dari segala maksiat khususnya anggota badan yang tujuh, sebab neraka jahannam mempunyai tujuh pintu setiap pintu mendapat bagian.
Anggota tujuh itu adalah mata, telinga, lidah, perut, Farji (kelamin), tangan dan kaki.
1. Mata
            Mata diciptakan agar kita bisa melihat, bisa menolong atas kebutuhan-kebutuhannya, bisa melihat keajaiban di langit dan bumi dan mengambil ibarat yang ada didalamnya.
            Kita harus menjaga mata kita dari
  1. melihat selain mahram, boleh melihat wanita yang tertutup pakaian selagi tidak berpakaian ketat, jika berpakaian ketat maka tidak boleh sebab ada hadits Nabi
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  من تأمل خلف امرأة وراى ثيابها حتى تبين له حجم عظامها لم يرح رائحة الجنة
Artinya : Rosulullah saw bersabda “Orang yang melihat wanita dengan penuh perhatian dari belakang dan melihat bajunya hingga jelas bentuk tubuh maka ia tidak akan mencium bau-bauan surga”.
  1. melihat yang cantik parasnya,
  2. melihat mukmin dengan hina,
  3. melihat cacat orang lain.   
2. Telinga
Telinga harus dijaga agar tidak mendengarkan bid’ah (seperti seruling dll) atau Ghibah (menceritakan orang lain yang ia tidak menyukainya), bicara kotor, atau masuk kedalam ucapan yang bathil (atau tidak benar), atau menuturkan kesalahan-kesalahan orang lain.
            Telinga diciptakan untuk mendengarkan kalam Allah, dan hadits Nabi juga hikmah dari para kekasih Allah, dan sebagai perantara mendapatkan ilmu hingga bisa mendapat derajat tinggi di sisi Allah swt. Jika mendengarkan sesuatu yang tidak disukai maka menjadi bahaya atas dirimu, dan penyebab kerusakanmu dan ini sangat rugi oleh sebab itu janganlah menyangka bahwa yang mendapat dosa itu yang mengucapkan saja yang mendengarkan tidak berdosa, dalam hadits Nabi saw.
ففي الخبر: (أن المستمع شريك القائل وهو أحد المغتابين).
Dalam Hadits “ Sesungguhnya orang yang mendengarkan itu bersekutu dengan yang mengatakan dan ia termasuk salah satu dari Mughtabin (orang yang berbuat Ghibah)”.
3. Lidah
            Lidah diciptakan agar banyak dzikir kepada Allah, membaca Kitab Allah, menunjukkan orang lain ke jalan Allah, dan menampakkan apa-apa yang ada di hati seperti hajat dunia dan hajat agama. Jika menggunakannya tidak sebagaimana mestinya maka termasuk orang yang mengkufuri nikmat Allah dan lidah adalah anggota yang paling menang atas seluruh anggota badan dan manusia tidak masuk neraka kecuali hasil buruan lidahnya. Dalam hadits.
ففي الخبر: (إن الرجل ليتكلم بالكلمة ليضحك بها أصحابه فيهوي بها في قعر جهنم سبعين خريفا)،
Dalam hadits “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan kalimat yang bisa menertawakan temannya dan dengan sebab itu ia masuk ke dasar neraka jahannam dengan 70 jurang” yang dimaksud hadits adalah membuat orang-orang tertawa dengan menghina  salah satu temannya atau menyakitinya bukan gurawan yang diperbolehkan.
وروى أنه قتل شهيد في المعركة على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال قائل: هنيئا له بالجنة، فقال: صلى الله عليه وسلم: (وما يدريك لعله كان يتكلم فيما لا يعنيه، ويبخل بما لا يغنيه).
Diriwayatkan sesungguhnya ada seorang sahabat mati dalam medan perang pada zaman Rosulullah saw. Kemudian ada yang mengatakan “ enak sekali ia mati syahid masuk surga lantas rosul bersabda “ Apa kamu tahu mungkin saja ia melakukan ucapan yang tidak bermanfaat atau pelit terhadap sesuatu yang tidak dibutuhkan dirinya.
Jagalah lidah dari delapan hal
1. Kidzb (Bohong).
            Janganlah Lidah berbohong baik sungguhan atau gurauan dan membiasakan lidah bohong dalam bergurau sebab akan terbiasa dalam kesungguhannya, bohong tergolong bibit dosa besar, kemudian ketika kamu diketahui telah berbohong maka hilanglah keadilanmu (tidak diterima kesaksiannya), kepercayaanmu dan akan menjadi terhina. Jika kamu ingin mengetahui kejelekan bohong pada dirimu maka lihatlah jika ada orang lain berbohong kepadamu pasti kamu akan berpaling darinya dan kamu akan meremehkannya dan menganggapnya ia jelek, begitu juga terhadap sifat-sifat jelek yang lainnya.
2. Al-Khulfu (Ingkar janji)
Takutlah kamu berjanji dan kamu mengingkarinya, sebaiknya kebaikanmu kepada manusia dari sisi bukti pekerjaannya tanpa ucapan. Jika terpaksa berjanji maka takutlah mengingkarinya kecuali sakit atau darurot sebab ingkar janji termasuk alamat munafiq dan akhlaq yang jelek, sebagaimana sabda Nabi. 
قال النبي صلى الله عليه وسلم: (ثلاث من كن فيه فهو منافق وإن صام وصلى: من إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا أؤتمن خان).
Nabi saw. Berabda” Tiga orang jika terdapat tiga sifat ini maka ia termasuk orang munafiq walaupun sholat dan puasa yaitu orang yang jika berbicara maka bohong, jika berjanji maka mengingkarinya, jika dipercaya maka berkhiyanat”
3. Ghibah (menyebutkan tentang orang lain yang ia tidak menyukainya jika mendengarnya).
            Kita harus bisa menjaga lidah dari perbuatan ghibah, ghibah itu lebih berat daripada zina 30 kali, dalam Hadits makna Ghibah adalah 
ورد في الخبر. ومعنى الغيبة: أن تذكر إنسانا بما يكرهه لو سمعه، فأنت مغتاب ظالم وإن كنت صادقا.
Dalam hadits makna Ghibah yaitu “ Menyebutkan seseorang yang ia tidak menyukainya jika mendengarnya, maka kamu termasuk orang yang berghibah walaupun yang dikatakannya itu benar”.
            Larangan ghibah dalam Al-Quran adalah
قوله تعالى: (وَلايَغْتَبْ بَعضُكُم بَعْضًا، أَيُحِبُّ أَحَدُكُم أَن يَّأْكُلَ لَحـْمَ أَخِيْهِ مَيْتاً فَكَرِهْتمُوْهُ).

Janganlah sebagian kamu ghibah atas sebagian yang lain, apakah kamu ingin memakan daging bangkai temanmu? pasti kamu tidak akan menyukainya”.
Allah menyerupakan Ghibah dengan memakan daging bangkainya agar sepatutnyalah agar kita menjaga dari ghibah, dan agar kita tidak melakukan Ghibah, hendaknyalah kita memikirkan diri kita apakah dalam diri kita ada cacat dlohir atau cacat batin? Apakah kita melakukan maksiat? Dan sebagaimana kita tidak suka cacat kita dipermalukan  dan aib kita di beberkan maka ia pun tidak suka aibnya di beberkan dan dipermalukan, jika kita menutupi aib orang lain maka Allah akan menutupi aib kita jika kita mempermalukan orang lain maka Allah akan memaksa kita dengan kasar dibalas dengan lisan yang sangat tajam, yang akan merobek-robek harga dirimu di dunia kemudian Allah akan mempermalukanmu dihadapan para makhluk kelak di hari qiyamat, jika kita melihat dalam dzohir dan batin kita tidak melihat cacat dan kekurangan dalam agama dan dunia  maka ketahuilah sesungguhnya tidak mengetahui cacat kita itu termasuk macam dari kumprung (sangat bodoh) yang paling jelek. Jika Allah menginginkan kita jadi orang baik maka kita akan bisa melihat cacat pada diri kita. Dan tidak masuk kedalam obrolan yang merusak harga diri orang lain, tidak mencela orang lain sebab itu termasuk cacat yang paling besar.
4. Miro (mencela orang dengan ucapan), Jidal (perdebatan) dan permusuhan.
            Perbuatan diatas akan menyakitkan dan membodohkan orang yang diajak bicara, mencelanya dan mengandung memuji diri, membersihkan diri dengan anggapan orang tambah pintar dan banyak ilmunya dan itu mengeruhkan mata pencaharian sebab kamu tidaklah  berdebat dengan orang bodoh kecuali ia akan menyakitimu, jangan berdebat dengan orang yang lembek (telat dalam bertindak) maka ia akan membencimu, dan menaruh dendam kepadamu.  
قال صلى الله عليه وسلم: (من ترك المراء وهو مبطل بنى الله له بيتا في ربض الجنة، ومن ترك المراء وهو محق بنى الله له بيتا في أعلى الجنة).

Artinya Nabi saw bersabda “ Barang siapa meninggalkan permusuhan dan perdebatan sedang ia salah maka Allah membangunkan rumah disekeliling surga, dan barang siapa meninggalkan permusuhan dan perdebatan sedangkan ia orang yang benar maka dibangunkan untuknya rumah di surga bagian atas.
            Sebaiknya janganlah kamu tertipu syetan, ia berkata kepada-mu“Tampakkanlah kebenaran dan janganlah lemah menampakkan kebenaran” sebab syetan selamanya menarik orang bodoh kepada kejelekan dengan sesuatu yang kelihatannya baik dan janganlah banyak menertawakan karena syetan maka akan menghinamu, oleh sebab itu menampakkan kebenaran itu baik terhadap orang yang menerima kebenaran darimu, dan itu dengan jalan nasehat yang samar bukan dengan jalan debat, dalam nasehat ada sifat dan tinkahnya seperti dengan ucapan halus dan ditempat yang sunyi, dan nasehat butuh terhadap cara yang halus, jika tidak, maka akan menjadi Fadihah (mempermalukan) dan ini akan menimbulkan banyak kerusakannya daripada kebaikannya. Ketahuilah sesungguhnya perdebatan itu penyebab mendapat kebencian dari Allah dan makhluknya.  
5. Menganggap bahwa dirinya bersih.
 قال الله تعالى: (فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى)
Allah swt berfirman “ Maka janganlah kalian menamakan diri kalian itu  orang bersih, Allah lebih mengetahui terhadap orang yang bertaqwa”.
Sebagian ahli Hikmah ditanya : apakah kebenaran yang jelek? Ahli hikmah menjawab Seseorang memuji dirinya, maka takutlah melakukan itu sebab itu bisa mengurangi derajatmu di hadapan manusia dan akan mendapat kebencian dari Allah swt. Jika kamu ingin mengetahui kejelekan memuji dirimu itu mengurangi derajat maka lihatlah temanmu jika ia memuji dirinya dengan keutamaan, harta atau pangkat bagaimana perasaan hatimu menolaknya dan merasa berat menerimanya dan bagaimana kamu mencelanya ketika kamu berpisah dengannya oleh sebab itu ketahuilah ketika kamu memuji dirimu juga mereka pasti akan mencela dirimu dalam hatinya dan akan mencela dengan lidahnya kepada orang lain ketika berpisah dengannya.
6. Melaknati seseorang (laknat adalah menjauhkan seseorang dari Allah).
            Janganlah melaknati sesuatu dari makhluk Allah baik hewan makanan atau manusia dengan ainnya. Adapun melaknat sifat yang umum seperti semoga Allah melaknati orang-orang yang berbuat dzolim atau semoga Allah melaknati orang-orang nasroni atau yahudi maka boleh. Janganlah mengatakan seseorang dari ahli qiblat dengan orang musyrik atau kafir atau munafiq sebab yang mengetahui hatinya adalah Allah maka janganlah masuk antara Allah dan Hambanya, ketahuilah sesungguhnya kamu pada hari qiyamat nanti tidak akan ditanya kenapa kamu tidak melaknati si anu? Kenapa kamu diam? Bahkan jika kamu tidak melaknati iblis seumur hidupmu maka tidak akan dituntut nanti hari qiyamat, tapi jika kamu melaknati seseorang dari makhluk Allah maka kamu akan dituntut, dan janganlah mencela sesuatu dari makhluk Allah. Rosulullah ketika makanan itu suka maka memakannya dan ketika tidak suka maka tidak memakannya. Sebagaimana hadits :
كان النبي صلى الله عليه وسلم لا يذم الطعام الردىء قط، بل كان إذا اشتهى شيئا أكله وإلا تركه.
“Rosulullah tidak pernah mencela makanan yang jelek tapi ketika Nabi suka pada makanan itu maka memakannya dan ketika tidak suka maka tidak memakannya”.
7. Mendoakan jelek kepada makhluk Allah
            Kita harap menjaga lidah kita dari mendoakan jelek kepada salah satu makhluk Allah, walaupun ia menyakiti kita, maka serahkanlah permasalahannya kepada Allah dalam hadits.
في الحديث: (إن المظلوم ليدعو على ظالمه حتى يكافئه ثم يبقى للظالم فضل عنده يطالب به يوم القيامة).
Dalam Hadits “Sesungguhnya madzlum (orang yang teraniaya) saat mendoakan kerusakan kepada orang yang berbuat dzolimnya, hingga Allah membalas dengan yang sebanding dengan kedzolimannya kemudian ada sisa bagi orang dzolim sebuah lebihan di sisinya maka orang yang mendoakan akan dituntut pada hari qiyamat”.
8. Bergurau, menghina, dan mengejek manusia.
            Kita harap menjaga lidah kita dari Bergurau, menghina, dan mengejek manusia sesungguhnya itu bisa menghilangkan ma-alwajhi (sinar wajah) dan menghilangkan kewibawaan, menarik keresahan, menyakiti hati teman-temannya, ini adalah permulaan terjadinya permusuhan, kemarahan, terpotongnya persahabatan, dan menimbulkan dendam dihati, oleh sebab itu kita tidak boleh bergurau dengan seseorang dan berpalinglah dari gurawan dan masuklah kepada obrolan atau cerita yang lain, dan kita harap menjadi orang yang ketika menemui gurawan yang saling menjelek-jelekkan maka kita memerintah dengan baik dan mencegah kemunkaran, ini semua adalah kumpulan bahaya-bahaya lidah, maka tidak ada yang bisa menolong lidah kita dari itu semua kecuali Uzlah (menyendiri), atau selalu diam kecuali ada keperluan saja, maka sahabat Abu Bakar selalu menaruh batu dimulutnya agar bisa mencegah lidah tidak bicara, kecuali ada keperluan yang sangat, dan berisyarah ke lidahnya terus berkata” inilah yang bisa mendatangkan bahaya, maka kita harap menjaga lidah kita dengan sekuat tenaga sebab lidah adalah penyebab terkuat terjadinya kerusakan baik di dunia maupun akhirat.
4. Perut
            Kita harus menjaga perut dari hal yang syubhat dan haram, dan berjuanglah mencari yang halal jika sudah mendapatkannya maka jangan sampai kenyang, sebab kenyang akan menjadikan keras hati, dan merusak otak, merusak hafalan, menjadikan badan berat untuk beribadah, menguatkan syahwat, dan menolong bala tentara syetan, Kenyang dari hal yang halal itu permulaan segala kejelekan, maka bagaimana kenyang dari hal yang haram? Mencari halal itu hukumnya wajib atas setiap orang islam dan ibadah beserta makanan yang haram itu laksana bangunan diatas telepong. Jika kamu menerima dalam setahun dengan baju yang kasar dan dalam sehari semalam menerima dengan memakan roti yang jelek (sebab makanan orang arab dan sekitarnya roti), dan tidak enek-enakan dengan lauk yang enak dan lezat, maka itu tidak akan melemahkanmu dengan apa yang menjadi kecukupanmu, perkara halal itu banyak sekali, dan kita tidak harus meneliti dengan jelas dalamnya suatu makanan tentang halal dan haramnya tapi cukup menjaga dari yang kamu tahu bahwa ini haram atau menyangka itu haram maka hasil alamat yang jelas yang dibarengi dengan harta, adapun yang telah diketahui halal dan haramnya maka sudah jelas, adapun yang masih dalam prasangka ke haramannya dengan adanya tanda-tanda adalah harta sultan dan para pekerjanya dan hartanya orang yang tidak kasab (usaha mencari uang) kecuali dengan menangis dengan teriak-teriak didepan mayit, atau menjual arak atau riba memainkan seruling, dan lain-lain dari alat allahwi  jika kita mengetahui bahwa seseorang itu kebanyakan hartanya itu haram maka kita jangan mengambilnya dari tangannya, walaupun mungkin saja hartanya itu halal, maka tetap itu haram, sebab yang dimenangkan adalah prasangka. Termasuk haram murni lagi adalah sesuatu yang diambil dari waqaf selain yang disyaratkan orang yang memberi waqaf. Kami (imam Ghozali) telah menerangkan tentang halal syubhat dan haram dalam bab khusus dalam kitab Ihya Ulumiddin maka sebaiknya kita mempelajarinya sebab mempelajari halal yang mencari halal itu hukumnya wajib atas setiap orang islam seperti sholat lima waktu.(Al-Ghozali, Bidayatul Hidayah : 72)
5. Farji
            Kita harap menjaga farji (kemaluan) dari hal-hal yang diharamkan Allah dan menjadi orang yang seperi dalam alqur’an :
(وَالذَينَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حَافِظُوْنَ، إِلاَّعَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْمَامَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ).
Dan orang-orang yang menjaga farji-farjinya kecuali kepada isteri-isterinya atau budaknya).
Dan menjaga farji itu bisa sempurna dengan menjaga matanya dari melihat terhadap hal yang dilarang, menjaga hati dari mengangan-angan keindahan yang ia inginkan, menjaga perut dari syubhat dan kenyang, maka semua ini akan menggerakkan syahwat.
6. Kedua tangan
            Kita harap menjaga kedua tangan kita dari memukul orang islam dengan kedua tangannya. Atau mendapatkan harta haram, atau menyakiti salah satu dari makhluk Allah, atau khiyanat terhadap amanat atau titipan, atau menulis sesuatu yang tidak boleh mengucapkannya, sebab pena itu salah satu lidah maka kita harap menjaga tangan kita dari hal yang lisan wajib menjaganya.
7. Kedua Kaki
            Kita harus menjaga kedua kaki dari berjalan menuju hal yang haram atau berjalan menuju pintun sultan yang dzolim sebab mendatangi sultan dzolim tanpa darurat itu termasuk dosa besar, sebab itu termasuk merendahkan diri dan memulyakan mereka atas kedzolimannya, dan Allah memerintah agar berpaling dari kedzolimannya.
(وَلا تَركَنوا إِلى الَّذينَ ظَلَموا فَتَمَسَكُم النار)
“Janganlah kamu condong dan merasa tenang kepada orang-orang yang berbuat dzolim, maka kamu akan terkena api neraka”.
Dengan kita cenderung suka kepadanya itu menjadikan golongan mereka bertambah banyak, jika mendatangi sultan dzolim itu untuk mencari hartanya maka ia berjalan menuju hal haram. Sebagaimana hadits Nabi saw.
قال صلى الله عليه وسلم: (من تواضع لغنى صالح لغناه ذهب ثلثا دينه)

Nabi saw bersabda”Barang siapa berendah diri kepada orang kaya yang sholeh sebab kekayaannya maka hilang dua pertiga Agamanya”
Yang dimaksud agama disini menurut kiyai Nawawi banten dalam kitab Muroqil’ubudiyyah adalah adab yakni adab itu ada tiga adab bersama Allah, Adab bersama Rosul, dan adab bersama seluruh manusia maka ketika kita tawadu’ kepada orang kaya yang sholeh maka hilang dua pertiga adabnya yaitu adab bersama Allah dan adab bersama Rosulnya.
Ini tawadu’ kepada orang kaya yang sholeh maka bagaimana jika kepada orang kaya yang dzolim? Kesimpulannya semua gerakan kita, diam kita, itu adalah nikmat dari Allah maka janganlah menggerakkan suatu anggota untuk maksiat kepada Allah tapi gunakanlah untuk taat kepada Allah.
            Ketahuilah sesungguhnya jika kita telat dalam taat maka kita semberono dalam menggunakan nikmat Allah, jika kita semangat dan giat maka akan keluar buahnya, dan Allah tidak butuh terhadap kita dan amal kita.
قال على رضى الله عنه : من ظن أنه بدون الجهد يصل إلى الجنة فهو متمن ومن ظن انه ببذل الجهد يصل فهو متعن
Sayidina Ali berkata “Barang siapa menyangka sesungguhnya ia bisa mendapatkan surga tanpa beramal yang giat maka ia orang yang melamun, Barang siapa bisa mendapatkan surga dengan berusaha susah payah maka ia termasuk orang yang mempunyai keinginan”.
            Dan janganlah berkata sesungguhnya Allah maha dermawan, maha pengasih, maha pengampun terhadap orang-orang yang maksiat, akan tetapi kita malas-malsan dalam ibadah maka kalimat ini adalah kalimat haq yang di inginkan oleh para ahli batal dan orang yang mengatakannya adalah kumprung (sangat bodoh atau rusak aqalnya) sebagaimana yang disabdakan rosulullah saw.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم حيث قال: (الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت، والأحمق من أتبع نفسه هواها، وتمنى على الله الأماني).

Rosulullah saw bersabda “Orang Cerdas adalah orang yang merendahkan dan memaksa hawa nafsunya (yaitu nafsu Ammaroh dan nafsu Allawwamah) dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangakan orang kumprung adalah orang yang mematuhi hawa nafsunya dan mempunyai angan-angan dari Allah pengharapan yang besar)”.
Diantara ucapan yang batal lagi adalah “sesungguhnya Allah maha dermawan, maha kasih sayang mampu mengalirkan ilmu ke dalam hatiku sebagaimana Allah memberinya kepda para Nabi-Nya dan para Kekasih-Nya tanpa usaha yang sungguh-sungguh dan belajar yang giat, itu sama saja seperti orang yang ingin harta akan tetapi tidak mau usaha bertani atau berdagang atau kasab lainnya, dan berkata sesungguhnya Allah maha dermawan lagi kasih sayang dan Allah mempunyai gudang kekayaan di langit dan bumi dan Allah mampu memperlihatkan gudang itu kepadaku hingga aku menjadi kaya, dan orang lain ada yang mendapatkan itu, jika kita mendapatkan orang yang semacam itu maka anggap saja mereka itu orang kumprung, begitu juga jika kita mencari ampunan Allah tanpa beramal maka akan ditertawakan oleh para ahli agama sebab Allah berfirman dalam Al-Quran.
والله وتعالى يقول: (وَأَن لَيسَ لِلإِنسان إِلَّا مَا سَعَى
“Dan sesungguhnya manusia tidak mendapat apa-apa kecuali apa yang ia kerjakan”.
ويقول: (إِنَما تُجزونَ ما كُنتُم تَعملون)
“Kalian akan dibalas apa-apa yang kalian lakukan”.
ويقول (إنّ الأَبرارَ لَفي نَعيم، وَإنّ الفُجارَ لَفى جَحيم). 
“Sesungguhnya Orang-orang baik itu akan berada dlm surga An-Naim, dan orang-orang yang berbuat lacut akan masuk neraka Jahim”.
            Ketika kita tidak meninggalkan usaha dalam mencari ilmu dan harta karena mengharap kedermawanan Allah maka kita juga jangan meninggalkan bekal untuk dikehidupan Akherat. Sebab Tuhan dunia dan Tuhan Akherat itu satu yaitu yang Maha Dermawan lagi maha kasih sayang, dan Allah tidak akan menambahkan kedermawanannya dengan sebab taat kita, kedermawanan Allah itu adalah Allah memudahkan kita jalan bisa sampai ke Allah yang menjadi raja yang mempunyai kenikmatan yang langgeng dan abadi dengan sabar atas meninggalkan syahwat (kesenangan dunia) pada hari yang sedikit dan mendapat kemudahan ini adalah kedermawanan terbesar, janganlah hati kita mengikuti ucapan-ucapan ahli bathol (pemalas), dan ikutilah jejak Rosul ulil azmi dan orang-orang pandai, dan janganlah menginginkan memanen sesuatu yang kita tidak menanamnya dan semoga saja kita mendapat ampunan jika kita berpuasa, sholat, bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu dan bertaqwa, ini semua adalah jumlah dari sesuatu yang kita wajib menjaga anggota dzohir dan mengamalkan anggota-anggota ini adalah tumbuhnya dari sifat hati.
Jika kita ingin bisa menjaga anggota badan kita, maka kita harus  membersihkan dan menyucikan hati kita yaitu taqwa bathin, hati adalah sebuah gumpalan daging yang jika ia baik maka seluruh tubuh baik semua dan jika ia rusak maka rusak seluruh tubuhnya, maka kita sebaiknya menyibukkan diri untuk membersihkan hati kita agar seluruh anggota tubuh kita baik, dan hati bisa baik jika hati bisa muroqobah (mendatangkan hati kepada Allah).
Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama “Yang bisa memperbaiki hati itu lima hal :
1. Banyak lapar (puasa),
2. Membaca Al-Quran dengan meng-angan-angan maknanya.
3. Tadlorru’ (merendahkan diri di hadapan Allah) ketika waktu sahur,
4. Sholat di malam hari,
5. Berteman orang sholeh”.
MAKSIAT-MAKSIAT HATI
Sifat-sifat tercela yang ada di dalam hati itu banyak sekali, adapun jalan untuk membersihkannya itu panjang sekali dan jalan untuk menyembuhkannya itu sulit, dan tentang mengobati dan memperbaiki itu semua sudah diterangkan dengan jelas dalam kitab Ihya Ulumiddin karangan Imam Ghozali. Akan tetapi hati-hatilah terhadap sifat yang sangat merusak dan ini termasuk bibit kejelekan yaitu hasud (iri hati), riya (beramal karena manusia), dan Ujub (menganggap dirinya hebat). Maka kita harus bersungguh-sungguh membersihkan hati kita dari sifat-sifat itu. 
قال صلى الله عليه وسلم: (ثلاث مهلكات: شح مطاع، وهوى متبع، وإعجاب المرء بنفسه).
Nabi saw bersabda : tiga hal akan merusak yaitu pelit yang terlalu yang dipatuhi, hawa nafsu yang di taati, dan merasa dirinya hebat.
Hasud (iri hati)
Hasud itu cabang dari asy-syukh (pelit yang sangat), sebab orang yang pelit itu pelit terhadap apa yang ia miliki terhadap orang lain, sedang Asy syakhih adalah orang yang pelit dengan nikmat Allah yang berada dalam kekuasaan Allah bukan dalam kekuasaannya atas orang lain.
Hasud adalah orang yang merasa berat ketika orang lain mendapatkan nikmat dari Allah baik berupa ilmu atau harta atau dicintai orang banyak atau bagian-bagian baik lainnya hingga merasa senang terlepasnya nikmat tersebut dari orang itu walaupun ia tidak akan mendapatkan sesuatu dari hilangnya nikmat tersebut. Maka ini adalah perbuatan yang paling jelek. Sebab Nabi saw bersabda
قال النبي صلى الله عليه وسلم: (الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النارالحطب).

Nabi saw bersabda “ Hasud itu memakan kebaikan sebagaimana Api memakan kayu bakar”.
            Hasud itu orang yang terkena siksa dan ia selamanya selalu dalam siksaan di dunia dan akherat sampai mati dan siksa akherat lebih berat dan lebih besar. Akan tetapi seseorang tidak akan samapi kepada haqiqat iman selagi ia tidak mencintai orang lain seperti mencintai dirinya, sebaiknya saling bersama-sama dalam suka dan duka sebab orang islam semuanya itu seperti bangunan yang satu, orang yang satu menguatkan kepada yang lainnya atau seperti satu badan jika salah satu anggota badan sakit maka sakit seluruh badannya. Jika dari hati kita tidak menemukan rasa cinta maka mementingkan agar tidak membuat kerusakan, itu lebih utama dari pada melakukan tambahan fardu atau sunnah dan ilmu permusuhan. (Al-Ghozali, 77)  menurut Ibnu Baththol “cinta itu ada tiga bagian : 1. Cinta Ijlal dan Ta’dzim (cinta yang karena mengagungkan) yaitu cinta kepada orang tua, 2. cinta Syufqoh dan Rohmah (kasih sayang) yaitu cinta kepada anak. 3. cinta istihsan (cinta menganggap baik) yaitu cinta kepada seluruh manusia.   
Hasud  itu menggerakkan lima hal :
1.      Rusaknya semangat ta’at kepada Allah swt.
2.      Melakukan maksiat dan kejelekan.
3.      Rasa cape dan mendapat kesusahan.
4.      Butanya hati nurani.
5.      Terhalang dan tidak akan mendapatkan apa yang diharapkannya. (Al-Bantani, Muroqil Ubudiyyah: 77)
Riya
Riya itu termasuk Syirik Khofi, riya adalah mencari tempat tinggi di hati para manusia agar mendapat pangkat dan keagungan.
Cinta pengkat itu menuruti hawa nafsu dan kebanyakan orang rusak dengan ini, orang yang banyak ilmunya, banyak ibadahnya dan yang membangkitkannya adalah agar di lihat oleh orang-orang maka itu bisa melebur amal sebagaimana dalam hadits Nabi saw sesungguhnya orang yang mati di medan perang pada hari qiyamat di masukkan ke neraka terus ia berkata wahai Tuhanku aku mati di medan perang membela agamamu? Allah menjawab kamu berperang itu bukan membela agamaku tapi agar kamu dikatakan orang-orang sebagai orang hebat dan pemberani dan kamu telah mendapatkannya, dan semacam ini dikatakan juga kepada  orang Alim, haji dan hafidz al Quran yang berbuat riya. (Al Ghozali, Bidayatul Hidayah: 78). Riya itu banyak sekali macamnya dan dikumpulkan dalam lima macam yaitu :
1.      Riya dalam beragama dengan badan seperti badan ceking, agar dikatakan orang banyak puasa atau sedikit makan, atau badan terlihat kuning loyo agar terlihat oleh orang bahwa ia banyak begadang ibadah di malam hari, atau badan semrawut agar kelihatan ia banyak susah memikirkan dalam agama.
2.      Riya dalam tingkah laku dan pakaian seperti menundukkan kepala saat berjalan, lamban dalam bergerak, menampakkan bekas sujud, memakai pakaian yang tambalan, memakai pakaian yang kotor.
3.      Riya dengan ucapan seperti bekata dengan kata-kata hikmah, banyak dzikir di hadapan manusia, amar am’ruf nahi mungkar dihadapan manusia, menampakkan kemarahan terhadap kemungkaran di hadapan manusia, dan menampakkan kegelisahan terhadap orang-orang yang maksiat, menampakkan suara lemah saat bicara, membaca al-quran dengan suara merintih di hadapan orang agar terlihat takut kepada Allah, dan sedih.
4.      Riya dengan Perbuatan seperti ketika sholat lama dalam berdiri, ruku dan sujud, tidak menoleh dan menampakkan kelihatannya tenang, menyempurnakan kedua kaki dan kedua tangan juga dalam puasa, haji, sedekah dan memberi makanan.
5.      Riya terhadap teman-teman, para pengunjung, teman kumpulan seperti mengunjungi orang alaim, ahli ibadah atau penguasa atau raja dan sebawahnya atau pekerja sultan agar dikatakan ia mengambil berkah dari mereka sebab ia mempunyai derajat tinggi dalam agama, dan banyak menuturkan para syekh agar dianggap bahwa ia banyak bertemu para syekh dan mengambil ilmu dari mereka dan membanggakan syekh-syekh itu. (Al-Bantani, Muroqil Ubudiyyah: 78).   

UJUB SOMBONG DAN MERASA BESAR
Ujub, sombong, dan merasa dirinya besar itu adalah penyakit yang sulit, yaitu melihat dirinya itu besar dan agung sedangkan melihat orang lain dengan mata rendah dan hina, dan bentuk buahnya adalah mengatakan sayalah…sayalah sebagaimana yang diucapkan iblis saya lebih baik daripada Adam, aku diciptakan dari api sedangkan ia dari tanah. Dan buahnya di dalam majlis ingin lebih di dahulukan di tinggikan dan mencari paling depan, dalam omong-omongan ia omongannya tidak mau ditentang.
              Orang sombong adalah orang yang jika di nasehati menolaknya, jika menasehati maka bicara dengan keras dan jika ada yang tidak sesuai dengannya maka marah, jika mengajarkan ilmu maka tidak kasih sayang terhadap muridnya merendahkannya membentak-bentaknya melihat kepada orang umum seperti melihat keledai yaitu menganggapnya bodoh dan hina.
Maka setiap orang yang memandang bahwa dirinya itu lebih baik dari orang lain itu termasuk orang sombong. Tapi sebaiknya kita mengetahui sesungguhnya orang yang lebih baik adalah orang yang lebih baik di hadapan Allah di Akherat, dan itu adalah Ghoib (tidak diketahui), dan masalah itu digantungkan pada ahir hidupnya atau matinya, jika kita berkeyaqinan dalam hatinya bahwa kita lebih baik dari orang lain maka itu termasuk kebodohan murni, tapi sebaiknya janganlah memandang orang kecuali kita melihat sesungguhnya ia lebih baik dari kita, dan sesungguhnya ia lebih utama dari pada kita, jika kita melihat yang lebih kecil maka kita menganggap bahwa ia tidak pernah maksiat sedangkan kita melakukannya, maka janganlah ragu sesungguhnya ia lebih baik dari kita, jika kita melihat orang yang lebih besar maka kita menganggap bahwa ia lebih dahulu melakukan ibadah, maka tidaklah ragu sesungguhnya ia lebih baik dariku, jika memandang orang yang alim maka kita menganggap bahwa ia diberi sesuatu yang aku tidak mempunyainya dan ia telah sampai apa yang aku belum sampai, dan ia mengetahui yang aku tidak tahu, bagaimana aku bisa menyamainya, jika kita memandang orang bodoh maka kita menganggap bahwa ia maksiat kepada Allah tapi tidak tahu bahwa itu maksiat akan tetapi kita melakukan maksiat tapi mengetahui bahwa itu maksiat maka pertanyaan Allah kepada kita akan lebih berat, dan kita tidak tahu bagaimana akhir umur kita dan akhir umur dia? Walaupun kepada orang kafir kan kita tidak tahu mungkin saja ia masuk islam dan mati dalam keadaan islam dengan melakukan amal yang baik, dan seluruh dosanya lepas dengan sebab masuk islam sebagaimana terlepasnya rambut dari adonan, sedangkan kita mungkin saja Allah meyesatkan kita dan masuk kafir terus mati tidak membawa iman Na-udzu billah,  kami berlindung kepada Allah semoga Allah menjaga Iman kita semua dan mati dalam keadaan mati Islam dan membawa Iman. Maka dia (orang kafir yang masuk islam) termasuk orang yang dekat dengan Allah sedangkan kita termasuk orang yang jauh.
Oleh sebab itu janganlah kita merasa besar kecuali jika kita mengetahui bahwa orang yang besar adalah orang yang besar menurut Allah dan itu diketahuinya pada ahir umurnya dengan mati khusul khotimah, dan itu masih diragukan, maka dengan kita menyibukkan diri berusaha bisa mati khusnul khotimah itu bisa menghilangkan merasa besar atau sombong kepada makhluk lainnya, keyaqinan kita dan iman kita sekarang ini bisa saja tergoyahkan nanti diakhir umurnya, sebab Allah yang membolak balikkan hati yang memberi petunjuk kepada orang yang Allah sukai dan menyesatkan yang Allah sukai, semoga kita semua termasuk orang yang mendapat petunjuk dari Allah amin.
KUMPULAN HADITS TENTANG MAKSIAT-MAKSIAT HATI
Hadits tentang hasud sombong riya dan ujub itu banyak sekli dan cukup kita memegang satu hadits ini yang diriwayatkan oleh ibnu Mubarok. dari seseorang yang ia bertanya kepada Sahabat Muadz “ wahai Muadz ceritakan kepadaku sebuah hadits yang engkau mendengarnya dari Rosulullah saw, muadaz menjawabnya dengan menangis sehingga ia tidak mau berhenti kemudian diam lantas berkata Duh aku rindu seklai sama Rosulullah saw dan ingin sekali bertemu dengannya kemudian berkata saya mendengar Rosul saw bersabda “ Wahai Muadz saya menceritakan satu hadits yang jika kamu menghafalnya maka akan bermanfaat di sisi Allah jika kamu menyia-nyiakannya dan tidak menghafalnya maka kamu tidak akan bisa menjawab di hadapan Allah pada hari qiyamat, wahai Muadz sesungguhnya Allah menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan langit dan bumi, maka Allah menjadikan setiap satu pintu langit dijaga oleh satu malaikat, maka ketika malaikat Hafadzoh (pembawa catatan amal manusia) datang membawa catatan amal manusia dari pagi sampai sore dan ia mempunyai cahaya seperti cahaya matahari hingga naik sampai langit dunia dan malaikat hafadzoh memujinya dan menganggap amalnya banyak, setelah diperiksa oleh malaikat penjaga langit itu, malaikat penjaga langit berkata kepada malaikat hafadzoh pukulkan catatan amal ini ke wajah pemiliknya, saya adalah malaikat pemeriksa Ghibah, Allah memerintah aku untuk menjegal amalnya orang yang berbuat ghibah yang melewati pintu langit pertama, kemudian malaikat hafadzoh membawa amal sholeh hamba-hamba Allah hingga sampai ke malaikat penjaga langit kedua kemudian malaikat penjaga menghentikan malaikat hafadzoh dan memerintah malaikat hafadzoh untuk memukulkan buku catatan amal ini kepada pemiliknya, sebab di catatan amalnya ada cinta dunianya, Allah memerintahku agar menjegal orang yang merasa besar dihadapan manusia.
فقد روى ابن المبارك بإسناده عن رجل أنه قال لمعاذ: يا معاذ حدثني حديثا سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: (فبكى معاذ حتى ظننت أنه لا يسكت، ثم سكت، ثم قال: واشوقاه إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وإلى لقائه، ثم قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لي: (يا معاذ، إني محدثك بحديث إن أنت حفظته نفعك عندالله، وإن ضيعته ولم تحفظه انقطعت حجتك عند الله تعالى يوم القيامة يا معاذ إن الله تبارك وتعالى خلق سبعة أملاك قبل أن يخلق السموات والأرض، فجعل لكل سماء من السبع ملكا بوابا عليها، فتصعد الحفظة بعمل العبد من حين يصبح إلى حين يمسي، له نور كنور الشمس، حتى إذا صعدت به إلى السماء الدنيا زكته وكثرته، فيقول الملك الموكل بها للحفظة: اضربوا بهذا العمل وجه صاحبه، أنا صاحب الغيبة، أمرني ربي ألا أدع عمل من اغتاب الناس يجاوزني إلى غيري، قال: ثم تأتي الحفظة بعمل صالح من أعمال العبد له نور فتزكيه وتكثره حتى تبلغ به إلى السماء الثانية، فيقول لهم الملك الموكل بها: قفوا، واضربوا بهذا العمل وجه صاحبه، إنه أرا بعمله عرض الدنيا، أنا ملك الفخر، أمرني ربي ألا أدع عمله يجاوزني إلى غيري، إنه كان يفتخر على الناس في مجالسهم،

Nabi bersabda Malaikat Hafadzoh membawa amal para hamba yang sinarnya berkilawan yang keluar dari sedekah, sholat dan puasa dan malaikat hafadzoh benar-benar heran setelah melewati langit ke tiga di berhentikan oleh penjaga langit ke tiga untuk memeriksa amalnya setelah di periksa pukulkanlah catatan amal ini kepada wajah pemiliknya sebab saya adalah malaikat pemeriksa sombong dan aku diperintah untuk menjegal amal hamba yang terdapat sifat sombongnya, sebab ia sombong atas manusia yang lain di dalam majlisnya, 
قال: وتصعد الحفظة بعمل العبد يبتهج نورا، من صدقة وصلاة وصيام، قد أعجب الحفظة، فيجاوزون به إلى السماء الثالثة، فيقول لهم الملك الموكل بها: قفوا، واضربوا بهذا العمل وجه صاحبه، أنا ملك الكبر، أمرني ربي ألا أدع عمله يجاوزني إلى غيري؛ إنه كان يتكبرى على الناس في مجالسهم،
Nabi bersabda Malaikat Hafadzoh membawa amal hamba dan amal itu indah sekali sebagaimana indahnya bintang-bintang yang bersinar, dan diiringi suara dengungan  dari tasbih, sholat, puasa haji dan umroh hingga melewati langit ke empat ketika melewati langit ke empat penjaganya memberhentikannya dan memeriksa catatan amal tersebut setelah memeriksanya pukulkanlah catatan ini kepada wajah pemiliknya, punggungnya dan perutnya sebab saya adalah malaikat pemeriksa Ujub Allah memerintahku agar menjegal catatan amal yang terdapat sifat ujub,
قال: وتصعد الحفظة بعمل العبد يزهو كما يزهو الكوكب الدري وله دوي من تسبيح وصلاة وصيام وحج وعمرة، حتى يجاوزا به إلى السماء الرابعة، فيقول لهم الملك الموكل بها: قفوا، واضربوا بهذا العمل وجه صاحبه وظهره وبطنه، أنا صاحب العجب، أمرني ربي ألا أدع عمله يجاوزني إلى غيري؛ إنه كان إذا عمل عملا أدخل العجب فيه،

Nabi bersabda Malaikat hafadzoh membawa amal hingga sampai ke langit ke lima seolah-olah ia pengantin lantas diberhentikan oleh malaikat penjaga langit ke lima dan setelah memeriksanya pukulkanlah ke wajah pemiliknya dan taruhlah di punggungnya, saya adalah malaikat pemeriksa hasud, sesungguhnya ia hasud kepada orang yang belajar dan beramal seperti amalnya, dan hasud kepada orang yang melakukan keutamaan dari ibadah, Allah memerintah saya agar menjegal amal yang ada sifat hasudnya,   
قال: وتصعد الحفظة بعمل العبد حتى يجاوزا به إلى السماء الخامسة كأنه العروس المزفوفة إلى بعلها، فيقول الملك الموكل بها: قفوا واضربوا بهذا العمل وجه صاحبه، واحملوه على عاتقه، أنا ملك الحسد، إنه كان يحسد من يتعلم ويعمل بمثل عمله، وكل من كان يأخذ فضلا من العبادة كان يحسدهم، ويقع فيهم، أمرني ربي ألا أدع عمله يجاوزني إلى غيري.

Nabi bersabda Malaikat hafadzoh membawa amal hamba dan ia mempunyai cahaya dari sholat, zakat, haji dan umroh, jihad dan puasa seperti sinar matahari, hingga sampai ke langit ke enem, sesampainya disitu malaikat penjaga langit ke enam memberhentikannya lantas memeriksa catatan amalnya terus berkata pukulknlah catatan amal ini ke wajah pemiliknya sesungguhnya ia tidak kasih sayang kepada manusia yang terkena musibah atau sakit bahkan ia merasa senang, saya adalah malaikat Rohmat, Allah memerintahku agar menjegal amal hamba yang tidak kasih sayang kepada sesamanya yang melewati pintu ini.   
قال: وتصعد الحفظة بعمل العبد له ضوء كضوء الشمس، من صلاة وزكاة وحج وعمرة وجهاد وصيام، فيجاوزون به إلى السماء السادسة، فيقول لهم الملك الموكل بها: قفوا واضربوا بهذا العمل وجه صاحبه؛ إنه كان لا يرحم إنسانا قد من عباد الله أصابه بلاء أو مرض، بل كان يشمت به، أنا ملك الرحمة، أمرني ربي ألا أدع عمله يجاوزني إلى غيري،
Nabi bersabda Malaikat Hafadzoh naik membawa amal hamba berupa puasa, sholat, memberi nafkah, berperang di jalan Allah, dan waro dan ia mempunyai dengungan seperti dengungan tawon dan bersinar seperti sinarnya matahari dan diiring oleh tiga ribu malaikat dan sampai ke langit ke tujuh, sesampainya disitu diberhentikan oleh malaikat penjaganya, terus memeriksanya lantas berkata pukulkanlah ke wajah pemiliknya dan ke anggota tubuhnya dan kunci ke dalam hatinya, saya shohibudz dzikri (pemeriksa amal dzikir) dan saya menghalangi sampai kepada Allah setiap amal yang tidak karena Allah, sebab ia beramal bukan karena Allah akan tetapi ingin di anggap tinggi di hadapan para ahli fiqih, mashur di kalangan ulama, dan mendapat sebutan baik di segala penjuru kota, Allah memerintahku agar menjegal amal yang tidak karena Allah atau Riya dan Allah tidak menerima amalnya orang yang riya.
قال: وتصعد الحفظة بعمل العبد من صوم وصلاة ونفقة وجهاد وورع، له دوي كدوى النحل، وضوء كضوء الشمس، ومعه ثلاثة آلاف ملك، فيجاوزون به إلى السماء السابعة، فيقول لهم الملك الموكل بها: قفوا، واضربوا بهذا العمل وجه صاحبه، واضربوا جوارحه واقفلوا به على قلبه، أنا صاحب الذكر، فإني أحجب عن ربي كل عمل لم يرد به وجه ربي؛ إنه إنما أراد بعمله غير الله تعالى، إنه أراد به رفعة عند الفقهاء، وذكرا عند العلماء، وصيتا في المدائن، أمرني ربي ألا أدع عمله يجاوزني إلى غيري وكل عمل لم يكن لله تعالى خالصا فهو رياء، ولا يقبل الله عمل المرائي..

Nabi Muhammad saw bersabda Malaikat Hafadzoh membawa amal hamba berupa sholat zakat puasa haji, umroh berakhlak baik, diam, dan dzikir kepada Allah dengan diiring oleh para malaikat tujuh hingga bisa melewati semua malaikat penjaga langit, hingga sampai ke Allah, dan berdiri di hadapannya dan semuanya menyaksikan bahwa ia melakukan Amal sholeh ikhlas karena Allah, terus Allah berfirman Kalian telah memeriksa amal hamba-Ku, dan Aku melihat dihatinya sesungguhnya amalnya ini bukan karena Aku, Ibadahnya bukan karena Aku, maka ia mendapat laknat-Ku dan para malikat yang dihadapannya semuanya berkata ia mendapat laknat Mu dan laknat kami, lantas seluruh malaikat yang ada di langit sampai tujuh lapispun ikut melaknatinya, kemudian sahabat Muadz menangis dan menyaringkan suara tangisannya dengan kencang sekali,  
قال: وتصعد الحفظة بعمل العبد من صلاة وزكاة وصيام وحج وعمرة وخلق حسن وصمت وذكر الله تعالى، فتشيعه ملائكة السموات السبع حتى يقطعوا به الحجب كلها إلى الله تعالى، فيقفون بين يديه، ويشهدون له بالعمل الصالح المخلص لله تعالى، فيقول الله تعالى: أنتم الحفظة على عمل عبدي، وأنا الرقيب على ما في قلبه؛ إنه لم يردني بهذا العمل، وإنما أراد به غيري، فعليه لعنتي، فتقول الملائكة كلها: عليه لعنتك ولعنتنا، فتلعنه السموات السبع ومن فيهن) ثم بكى معاذ، وانتحب انتحابا شديدا،

Sahabat Muadz berkata  Saya bertanya wahai Rosulullah saw Engkau adalah Rosulullah sedangkan saya Muadz bagaimana saya bisa selamat dan aman dari Ghibah, merasa besar, sombong, Ujub, hasud, sumah dan riya? Nabi Menjawab wahai Muadz ikutilah jejakku dengan yaqin, jika amalmu sedikit maka jagalah lidahmu dari ghibah terhadap teman-temanmu khususnya yang hafal al-quran, bawalah dosa-dosamu diatas pundakmu jangan membawakannya diatas pundak teman-temanmu, jangan membersihkan dirinya dengan mencela orang lain, jangan meninggikan atau membesarkan dirinya dengan merendahkan orang lain, jangan memasukkan amal dunia ke dalam amal akherat, jangan berbuat riya dengan amalmu, jangan sombong di majlismu supaya tidak menyakiti orang lain dengan akhlak jelekmu, janganlah berbisik-bisik jika ada orang lain disampingnya, jangan merasa orang besar maka akan terhalang kebaikan dunia, jangan merobek-robek harga diri manusia dengan lidahmu maka akan merobek-robekmu anjing neraka pada hari qiyamat, Allah berfirman  وَالناشِطاتِ نَشطا  apakah kamu tahu siapakah itu wahai muadz? Saya (Muadz) berkata siapakah dia wahai Rosulullah ? Nabi Muhammad saw bersabda anjing yang menyisir daging dari tulangnya,
وقال معاذ: قلت يارسول الله أنت رسول الله وأنا معاذ، فكيف لي بالنجاة والخلاص من ذلك؟ قال: (اقتد بي وإن كان في عملك نقص، يامعاذ حافظ على لسانك من الوقيعة في إخوانك من حملة القرآن خاصة، واحمل ذنوبك عليك، ولا تحملها عليهم، ولا تزك نفسك بذمهم، ولا ترفع نفسك عليهم، ولا تدخل عمل الدنيا في عمل الآخرة، ولا تراء بعملك، ولا تتكبر في مجلسك، لكي يحذر الناس من سوء خلقك، ولا تناج رجلا وعندك آخر، ولا تتعظم على الناس فتنقطع عنك خيرات الدنيا والآخرة، ولا تمزق الناس بلسانك فتمزقك كلاب النار يوم القيامة في النار، قال الله تعالى: (وَالناشِطاتِ نَشطا)، هل تدري من هن يا معاذ؟، قلت: ما هن - بأبي أنت وأمي - يارسول الله ؟ قال: (كلاب في النار تنشط اللحم من العظم)،

Saya bertanya demi ibu dan bapak wahai Rosulullah saw siapa orang yang kuat dari ini dan siapa yang selamat dari ini? Nabi Menjawab wahai Muadz sesungguhnya itu mudah bagi orang yang dimudahkan Allah, dan yang bisa mencukupi dari itu adalah kamu mencintai seluruh manusia seperti mencintai dirimu, dan kamu membenci untuk mereka seperti apa yang kamu benci (tidak sukai), jika kamu begitu maka akan selamat.
 قلت: بأبي أنت وأمي يارسول الله ، من يطيق هذه الخصال ومن ينجو منها؟ قال: (يا معاذ إنه ليسير على من يسره الله تعالى عليه، إنما يكفيك من ذلك أن تحب للناس ما تحب لنفسك، وتكره لهم ما تكره لنفسك، فإذن أنت يامعاذ قد سلمت).

Kholid bin Madan berkata Saya tidak melihat seseorang yang paling banyak membaca quran daripada sahabat Muadz, Hadits ini beritanya agung siksanya pedih, atsar beritanya menjadikan hati terbang dan akal menjadi bingung, dada menjadi sesak dan gaungnya menakutkan jiwa. Maka camkanlah wahai orang yang mencintai ilmu ini, ketahuilah penyebab terbesar dalam tetapnya kebusukan-kebusukan sifat ini (Ghibah, hasud, merasa orang besar, sombong, ujub, sumah dan riya) dalam hati adalah sebab mencari ilmu untuk mencari keagungan, keindahan diri, orang-orang bodo menjauhi mempelajari ilmu ini, orang yang memahami agama mempelajari benar-benar ilmu ini dan mengetahui bahaya-bahaya-nya jika terjerumus melakukannya, maka pikirkanlah manakah yang kamu pilih apakah mempelajari tata cara menjauhi sifat-sifat busuk ini dan menyibukkan belajar memperbaiki hati dan menghidupkan akheratmu? Atau memilih yang lebih penting yaitu masuk bersama ucapan orang yang tidak bermanfaat, terus mempelajari ilmu yang menambah sifat sombong, riya, hasud dan ujub hingga rusak. 
قال خالد بن معدان: فما رأيت أحدا أكثر تلاوة للقرآن العظيم من معاذ لهذا الحديث العظيم. فتأمل أيها الراغب في العلم هذه الخصال، واعلم أن أعظم الاسباب في رسوخ هذه الخبائث في القلب: طلب العلم لأجل المباهاة والمنافسة، فالعامي بمعزل عن اكثر هذه الخصال،والمتفقه مستهدف لها، وهو متعرض للهلاك بسببها؛ فانظر آي أمورك أهم، أتتعلم كيفية الحذر من هذه المهلكات، وتشتغل بإصلاح قلبك وعمارة آخرتك؟ أم الأهم أن تخوض مع الخائضين، فتطلب من العلم ما هو سبب زيارة الكبر والرياء والحسد والعجب، حتى تهلك مع الهالكين.
Ketahuilah sesungguhnya tiga sifat ini adalah bibit kebusukan hati, dan bibit itu timbul dari satu sumber yaitu cinta dunia oleh sebab itu nabi saw bersabda
قال النبي صلى الله عليه وسلم: (حب الدنيا رأس كل خطيئة)،
Nabi saw bersabda Cinta dunia itu bibit segala macam sifat jelek.
            Bersamaan dengan cinta dunia bibit kejelekan maka dunia juga ladang akherat, barang siapa mengambil dunia dengan kadar darurat saja yaitu agar bisa menolong untuk ke akherat maka dunia itu ladang akherat, dan barang siapa menginginkan dunia agar bisa melakukan berbagai kenikmatan maka dunia akan merusaknya, maka ini adalah sedikit cuplikan dari dzohirnya ilmu taqwa yaitu bidayatul hidayah (permulaan mendapat hidayah), jika ingin memperdalam maka bacalah kitab Ihya Ulumiddin agar bisa mengetahui tata cara bertaqwa dan bisa sampai ke dalamnya taqwa, jika mencari ilmu dari banyak omongan dan obrolan, pertengkaran dan perdebatan maka alangkah besarnya musibah itu, dan alangkah lamanya rasa cape itu, dan alangkah besar kerugian itu, maka sesungguhnya dunia yang kita cari dengan agama itu tidak akan selamat, dan akherat akan keluar dari kita, dan barang siapa mencari dunia dengan agama maka akan rugi semuanya, barang siapa meninggalkan dunia untuk menuju akherat maka akan untung semuanya, jika kita menghidupkan batin hati kita dengan taqwa maka akan dihilangkan penghalang antara kita dan Allah, dan akan terbuka cahaya-cahaya kemarifatan dan akan terpancar dari hati kita sumber-sumber ilmu, dan akan tampak rahasia-rahasia Allah yang menjadi raja, dan akan mudah mendapatkan ilmu Ladunni dari Allah. (Al Ghozali, Bidaytul hiayah : 85)
           



Tidak ada komentar:

Posting Komentar